Phil Neville Resmi Pensiun

phil nevile

Phil Neville Resmi Pensiun

Berita Piala Dunia – Akhir cerita telah sampai pada Phil Neville. Setelah 18 tahun, dua klub, 692 pertandingan dan 59 caps bagi timnas Inggris, pemain serbabisa ini akhirnya pensiun. Duduk di beranda Caesarea Golf Club di Netanya, tempat timnas Inggris U-21 bermarkas dalam turnamen Euro U-21. Neville berada disana dalam rangka memperoleh pengalaman melatih dengan mengobservasi skuad Stuart Pearce dan staffnya. Neville mengatakan bahwa waktunya sudah tiba untuk menggantungkan sepatu.

“Apakau kau melihat aku saat latihan?”Tanya Neville,”Aku telah berbicara dengan Robbie Fowler terkait rencana pensiun minggu lalu. Dia belum pensiun secara resmi. Tiga minggu lalu, semua orang di dunia terlihat akan pensiun. Aku rasa aku takkan ikut rombongan itu.” Rombongan yang dimaksud Neville adalah dia melihat teman-teman dekatnya semacam David Beckham dan Paul Scholes benar-benar pensiun musim ini. Sementara pria yang memperkenalkan mereka kedunia sepak bola, Sir Alex Ferguson juga pensiun. Idem ditto dengan rekan timnas Inggris di eranya dulu, Jamie Carragher dan Michael Owen.

Dapat dikatakan bila ini adalah akhir dari sebuah era karena Neville juga memutuskan untuk pensiun. “Aku hanya ingin pensiun secara perlahan dan tak menyita banyak perhatian,”Neville melanjutkan.”Aku tak mau media terlalu fokus pada rencana pensiunku. Setelah aku meninggalkan Everton, di semua tempat aku singgah mereka selalu mengatakan, kau telah melakukan pekerjaan dengan baik.

Aku tak suka hal itu. Aku tak ingin dilihat sebagai seorang pencari sensasi. Namun jauh di lubuk hatiku, aku tahu kalau aku tak sanggup bermain lagi – di semua tingkat. Aku hanya ingin berhenti. Saat-saat yang kurindukan nanti adalah tanggal 4 Juli. Hari dimana pemain Everton melakukan latihan pra-musim. Aku mencintai hari itu. Aku hidup untuk itu, kembali berkumpul bersama dengan rekan-rekan.

Istriku Julie yang mengenalku dengan baik, mengatakan,”Demi Tuhan, kau sudah tidak dapat bermain lagi.” Bagi beberapa pemain, momen seperti ini pasti meninggalkan lubang di hati mereka. Sejenak mereka akan merasakan kehampaan. Yang disepakati oleh Neville. Kendati demikian, Neville sudah memiliki rencana setelah dia pensiun.

Dia memiliki target untuk menyelesaikan lisensi kepelatihan tingkat A di St. George’s Park, markas sepak bola Inggris. Dia sudah memastikan arah. Sejak lima tahun lalu, Neville rajin menulis catatan, mencari pengalaman dan berbicara pada semua ahli sepak bola tentang seluk beluk kepelatihan. Neville sudah menyiapkan itu sebagai bekal saat dia melangkah mundur di luar garis putih, dan duduk di bangku cadangan untuk menyusun strategi. Neville yang ambisius dan bersemangat  mendapat peluang untuk mencari pengalaman lebih banyak saat dia ditawari berangkat ke Israel sebagai staff pelatih.

Pelatih kepala timnas U-21 Inggris, Stuart Pearce memberikan dorongan pada Neville agar dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dalam sesi latihan, Neville diberi tanggung jawab untuk memotivasi pemain baru Manchester United yang absen di partai pertama karena masalah pada engkelnya. “Stuart sungguh luar biasa,”kata Neville,”Aku ditawari oleh Sir Trevor untuk menjadi bagian dalam staff pelatih. Sejak itu Struart telah menelpon aku berkali-kali, kami juga beberapa kali mengadakan pertemuan untuk membahas peran apa yang dapat aku lakukan disini. Dia telah membuatku merasakan bahwa aku adalah bagian dari tim ini. Sungguh luar biasa pengalaman menjadi staff pelatih di turnamen ini.

Semua perlengkapan yang menjadikanmu sebagai bagian dari FA sudah ada di kamar. Aku sangat bersemangat sekali menanti momen ini, meski hanya memakai polo shirt dan bukan bermain. Hari pertamaku terlibat aku hanya mendengarkan, kemudian di hari kedua kami mulai sering berdiskusi tentang beberapa hal.” Meskipun pengalaman menjadi staff pelatih timnas Inggris tak berlangsung lama – karena timnas Inggris U-21 dipastikan gagal lolos ke semifinal – Neville mensykuri pengalaman luar biasa tersebut. Pertandingan terakhir timnas Inggris U-21 berlangsung Selasa besok, mereka akan menghadapi Israel.