Pemain Spanyol Pesta Pora

spain party

Pemain Spanyol Pesta Pora

Artikel Bola Terkini – Jordi Alba yang merupakan bek tim nasional Spanyol membantah berita yang menyatakan bahwa para pemain Spanyol menggelar pesta pora di hotel mereka. Sebuah situs mengklaim bahwa para pemain Spanyol telah merayakan kemenangan atas Uruguay di Grup B Piala Konfederasi dengan penari samba dan alkohol. Sedangkan Alba menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Asosiasi sepak bola Spanyol atau RFEF juga telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai desas desus itu. RFEF menyatakan bahwa klaim tersebut sudah mencemari nama baik tim nasional serta reputasi pemainnya. Dalam pernyataan resmi, RFEF juga menyatakan bahwa enam pemain tim nasional telah menjadi korban perampokan di hotel saat mereka bertanding melawan Uruguay. Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian setempat namun komplain yang diajukan tidak dimaksudkan untuk menyerang panitia penyelenggara dan negara Brasil yang sudah menyambut hangat timnas Spanyol.

Sebuah media sebelumnya telah memberitakan bahwa FIFA tengah mengadakan investigasi mengenai adanya kabar pemain Spanyol yang kemalingan uang di Hotel Golden Tulip Recife Palace pada pekan lalu. Media tersebut mengklaim bahwa hasil investigasi menunjukan bahwa pemain Spanyol menyewa grup samba untuk berpesta pora. Media tersebut mengaku mengutip sejumlah pihak yang mengakui melihat kejadian tersebut. Saksi tersebut antara lain pegawai hotel dan staf keamanan hotel tersebut. Saksi tersebut mengaku telah melihat para pemain mempersiapkan pesta dan menyebut tentang musik dan perempuan. Para saksi bahkan menyebutkan bahwa para pemain Spanyol sempat bermain strip poker dengan penari samba. Strip poker adalah permainan poker dimana pemain yang kalah harus melepas baju mereka.

Sayangnya sesudah pesta selesai, para pemain Spanyol yang ikut dalam pesta tersebut mendapati bahwa uang mereka telah raib. Walaupun begitu namun berita mengenai kehilangan uang segera dibantah oleh Raul Jimenez yang merupakan kepala keamanan timnas Spanyol dan Eduardo Barbosa selaku manajer hotel. Meski demikian, panitia pelaksana FIFA kemudian memastikan bahwa memang telah ada kasus pencurian yang dialami oleh pemain Spanyol. Media tersebut juga mengabarkan bahwa pengelola hotel segera melakukan pertemuan dan menanyai pegawai mereka satu per satu segera sesudah adanya laporan pencurian tersebut. pegawai hotel membantah keterlibatan mereka. Manajemen hotel baru mengetahui tentang kejadian sebenarnya ketika mereka melihat rekaman kamera di hotel tersebut. Jimenez lalu kembali ke Recife ketika mendengar kasus tersebut namun dia memutuskan untuk menutup kasus pencurian sesudah melihat rekaman video tersebut. Pada rekaman kamera tersebut memperlihatkan bahwa para pemain band samba yang telah membawa para perempuan tersebut untuk ke hotel. Mereka mengajak para perempuan tersebut untuk bermain poker. Mengenai peristiwa ini sayangnya pihak RFEF yang merupakan asosiasi resmi menolak memberi komentar.