Pearce Tidak Akan Diperpanjang Sebagai Manajer Inggris U21

Stuart-Pearce-001

Stuart Pearce Tidak Akan Diperpanjang Sebagai Manajer Timnas Inggris U-21

Berita Piala Dunia – Satu kekalahan lagi, dan satu kali penampilan buruk timnas Inggris U-21 membuat jabatan Stuart Pearce berakhir. Stuart Pearce hampir pasti akan disalahkan atas penampilan buruk timnas Inggris U-21 dalam turnamen Euro di Israel itu. Meskipun semua orang berpikir kalau penunjukan manajer baru bukan menyelesaikan masalah dengan tepat.

Jujur saja, berat untuk mempertahankan Pearce yang telah menempati jabatan sebagai manajer timnas Inggris U-21 selama enam tahun. Meski ia beralasan ketidaksanggupan FA untuk membawa pemain-pemain terbaik dibawah usia 21 tahun, keputusannya untuk memainkan bek tengah sebagai striker yang dia tunjukkan dalam 15 menit terakhir pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah anomaly taktik diera sepak bola modern. Disaat sepak bola harus berevolusi menjadi lebih maju, Pearce malah menggunakan taktik kuno dalam 15 menit pertandingan itu berjalan.

Menanggapi keputusan FA untuk mengakhiri kerjasama dengan Pearce pasca turnamen Euro U-21. Ada yang menganggap bahwa masalah yang menjangkiti timnas Inggris muda lebih kompleks daripada  anomali strategi yang dipakai Pearce di Israel. FA sebagai asosiasi sepak bola Inggris harus membuat prioritas. Pihak FA harus memiliki tentang keseriusan bermain di kejuaraan Euro U-21, mencoba untuk menjuarai turnamen kelompok umur itu, memberi supporter hiburan akan kemenangan ataukah lebih memilih pertandingan persahabatan sebagai fokusnya. Satu hal yang patut menjadi pertimbangan FA adalah : Inggris gagal memenangi delapan pertandingan turnamen U-21 terakhir yang mereka ikuti. Mereka gagal memenangi pertandingan dalam waktu normal. Inggris hanya tampil bagus difase kualifikasi saja.

Hasil Inggris melawan Norwegia mengindikasikan permasalahan yang rumit. Masuk akal memang bila Pearce mengatakan Inggris tak akan pernah menjuarai turnamen tanpa pemain terbaiknya. Tapi alasan Pearce masih sulit dimengerti oleh sebagian kalangan, Norwegia pada pertandingan malam itu tidak tampil dengan skuad terbaiknya. Empat orang pemain inti Norwegia harus duduk di bangku cadangan setelah bermain bersama timnas senior untuk pertandingan kualifikasi piala dunia.

Saat melawan Italia, kunci kekalahan Inggris adalah ketidakmampuan pemainnya untuk, menguasai jalannya pertandingan lewat ball possession karena permainan brilian anak muda Italia. Marco Veratti adalah bintang dalam laga kali itu. Sementara kekalahan melawan Norwegia, menunjukkan bahwa masalah Inggris bukan hanya ketidakmampuan menguasai bola. Terbukti pada pertandingan hari itu, Inggris yang menguasai 69% penguasaan bola, membuat 462 umpan sepanjang pertandingan sedangkan Norwegia hanya merasakan sentuhan umpan sebanyak 156 kali.  Pada pertandingan itu pemain-pemain Inggris U-21 menunjukkan bahwa mereka kurang cerdas baik dengan bola maupun tanpa bola, mereka tak tahu apa yang harus dilakukan pada saat pertandingan berlangsung.  Pertahanan Inggris juga hancur lebur. Mereka kebobolan tiga gol dari tim cuma menguasai bola sebanyak 21%, mereka gagal mengulang penampilan brilian di pertandingan kualifikasi tak kebobolan dalam Sembilan pertandingan. Tekanan, kambing hitam Pearce atas kegagalan Inggris di turnamen kelompok umur dua tahunan tersebut. Pelajaran bagi kita pengalaman timnas Inggris U-21 yang gagal melangkah ke semifinal seharusnya memberikan pelajaran bagi kita yang berada di Indonesia. Inggris yang memiliki liga terbaik dunia tak berkutik di turnamen Internasional Dunia untuk yang kesekian kali. Jatah bermain yang minim bagi pemain muda menjadi salah satu faktor penyebabnya. Stuart Pearce dipastikan tidak akan diperpanjang sebagai manajer Tim Inggris U-21 kerena tampil buruk diturnamen U21.