Fabregas Terbiasa Terima Kritikan

Fabregas Terbiasa Terima Kritikan

Fabregas Terbiasa Terima Kritikan

Bintang Barcelona Cesc Fabregas mengaku kalau dirinya sangat kecewa bila mendapat cemoohan dari pendukungnya sendiri. Kendati demikian, mantan kapten Arsenal itu mengaku sudah bisa menghadapi segala macam tekanan seperti itu yang kerap kali mewarnai karirnya. Justru dari kritikan dan cemoohan dari pendukungnya sendiri, membuat perkembangan karir dari Fabregas semakin membaik dan seakan-akan ia malah bisa mengatasinya dengan hasil di atas lapangan. Salah satu hal utama yang membuatnya sedikit jadi bahan cemoohan dari pendukungnya sendiri adalah ketika Barca menekuk Villarreal 2-1, sesaat sebelum libur musim dingin, meski disadari bahwa kubu Catalan benar-benar memberikan beban kepadanya di samping absennya Messi. Pemain yang sudah pernah merasakan sejumlah gelar mulai dari Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, La Liga, Piala FA dan Copa del Rey, menganggap semua kritikan dan cemoohan menjadi suatu hal yang positif dalam karirnya.

“Kemungkinan melawan Villarreal merupakan penampilan terburuk dalam karir saya di sepanjang musim,” ungkap pemain berusia 26 tahun. “Memang saya akui, beberapa kali saya salah umpan dan ini sangat tidak lazim seperti biasanya yang pernah saya kerjakan. “Dalam situasi yang sangat genting, gol itu beruntung tiba di paruh kedua, saya memberikan umpan jitu kepada Alexis Sanchez (yang kemudian menyuplai bola untuk diselesaikan Neymar). Sehingga saya bisa pulang dengan hati tenang. “Tetapi sungguh tidak mudah untuk melihat bahwa pendukung tidak senang dengan penampilan anda. Saya tahu mereka menginginkan hal yang terbaik dalam diri saya, dan saya ingin memberikannya. Anda harus mencoba dan membuat segala sesuatunya menjadi positif dan lebih baik lagi.

“Saya tidak akan memasukkan hal tersebut ke dalam hati, seperti ketika saya masih muda, dan kini saya jauh lebih tenang dalam menghadapi hal tersebut. Saya mengetahui olahraga ini penuh dengan tantangan – termasuk segala sesuatu yang mengalami perubahan cepat di sepakbola. Kini hal utama adalah bekerja dan percaya pada diri sendiri.” Fabregas, yang telah menjaringkan tujuh gol dan sembilan assist dari 16 penampilannya di kompetisi La Liga pada musim ini, mengatakan kalau performa terbaiknya ketika pertama kali pindah ke Barcelona pada musim 2011, namun  ia mengaku ingin melanjutkan proses perkembangannya.

“Paruh pertama (musim ini) merupakan yang paling konsisten dalam karir saya,” lanjut Fabregas. “Tahun pertama saya bergabung dengan Barca juga cukup baik. Secara umum, masing-masing periode dalam semusim sangat baik. Saya juga tidak ada permasalahan di paruh kedua. Harapan saya hal ini dapat terus berlanjut seiring dengan tingkat konsistensi waktu.” Bahkan statistik penyerang muda Brasil, Neymar, mampu menyamakan Cesc Fabregas – enam gol dan delapan umpan di kompetisi La Liga – di mana pemain mantan pemain Santos itu mampu mencetak tri-gol kala melawan Celtic di Liga Champions lalu. “Ada kalanya bola juga tidak bersahabat dengan kami, dan terkadang yang lain, tanpa diinginkan, justru dengan mudah memasukannya ke dalam gawang,” tutur Fabregas.

“Gol kini dengan mudah tercipta bagi Neymar, di mana hal tersebut tentu meningkatkan kepercayaan dirinya, dan semakin santun dan jauh lebih matang di area kotak penalti lawan. Sementara obsesi untuk mencetak gol terkadang justru menjadi bumerang, apalagi pada masa-masa mengambil keputusan penting.” Fabregas juga mengungkapkan bahwa dirinya mengamati pertandingan di babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City, dan ia menambahkan: “Mereka merupakan tim yang cukup komplit saat ini, keseimbangan dan penuh dengan persaingan. Formasi yang digunakan 4-4-2 dan menyerang sama baiknya dari segi kedalaman tim. Mereka bermain cepat dan tangguh. Ini akan menjadi lawan yang sulit bagi kami.”