Buku Harian Pemain Korea U20

Buku Harian Pemain Korea U20

Buku Harian Pemain Korea U20

Artikel Bola Terkini – Pada dasarnya menulis segala kegiatan sehari-hari kita kedalam buku harian bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Terlebih jika kita berada didalam sesuatu event yang sangat penting yang dapat mengubah jalan hidup kita.

Tetapi sejak berumur 16 pemain belakang Republik Korea Song Juhun telah menulis buku harian setiap detail dalam kehidupan sepak bolanya dan buku tersebut menemani dirinya berada di Turki untuk Piala Dunia U-20 FIFA. Song menawarkan FIFA.com untuk mengintip kedalam pemikirannya yang dituliskan kedalam buku hariannya, dengan pengungkapan dalam buku hariannya pemain yang berusia 19 tahun ini. Sebagai contoh pada saat dirinya memasuki pertandingan pembuka bersama timnya :

“sekarang kami telah menyelesaikan persiapan kami, latihan kami telah usai. Ketika Piala Dunia ini selesai, diriku bukanlah lagi bagian dari tim nasional. Jangan mencoba untuk melakukan yang terbaik tetapi hanya tetap bekerja keras” 21 Juni, Kayseri.

Republik korea memulai perjalanan di Piala Dunia U-20 2013 dengan muncul belakangan setelah mengalahkan timnas debutan Kuba U-20 dengan skor 2-1. Dan mereka sukses menahan tim favorit Portugal U-20 dengan skor 2-2 sebelum akhirnya menyerah ditangan tim elang super Nigeria U-20 dengan skor 1-0. Hasil tersebut cukup untuk mengantarkan Republik Korea ke babak 16 besar, tetapi terdapat beberapa kekhawatiran didalam tim karena tim Korea cepat mengalami kemasukan dalam sepuluh menit pertama dan tiga dari empat gol yang didapat tim Korea berasal dari bola-bola mati. “diriku merasa muram karena diriku tidak terlihat seperti pemain seperti diriku seperti biasanya dan diriku tidak dapat bermain sesuai dengan harapanku ketika pada babak penyisihan grup” Song mengakui. “pelatih, orang tuaku dan bahkan saudariku semuanya khawatir mengenai diriku, jadi diriku putus asa untuk menemukan irama. Saya menginginkan membuat mereka bangga terhadap diriku. Jadi sebelum aku meninggalkan kamar untuk pertandingann melawan tim Kolombia U-20, aku menulis :

“Aku akan pergi menuju Stadion dan diriku sangat senang untuk dapat kembali kesini dan membuka buku ini kembali setelah kami memenangkan pertandingan. Mari keluar kepertandingan dengan sikap lakukan atau mati dengan tidak ada penyesalan yang tertinggal di lapangan” 3 Juli, Trabzon.”

Seperti yang dialami, mimpi terbesar Song hampir menjadi kenyataan pada malam itu ketika dirinya membawa Taeguk Warriors memimpin sementara dengan tendangan volley kaki kirinya selama 16 menit. Tetapi tim Kolombia U-20 membuat pertandingan memasuki perpanjangan waktu dengan tendangan bebas yang berasal dari sang kapten Juan Quintero. Sampai akhirnya pertandingan ditentukan oleh tendangan pinalti yang dimenangkan oleh Republik Korea. Song mencetak gol pertamanya bersama Republik Korea pada pertandingan tersebut. Tim Republik Korea U-20 membuat sejarah dengan mencapai babak semi final pada Piala Dunia U-20 FIFA sejak Meksiko 1983.

tim selanjutnya yang akan menjadi lawan kami adalah Irak dan tujuan kami adalah empat terbaik. Sekarang kami telah berada sejauh ini kami harus mengalahkan mereka dan mencatatkan sejarah” Song menulis dibuku hariannya.

Artikel Bola Terkini