Bola Online Holloway: Saya bukan pelawak

Holloway Saya bukan pelawak

Holloway: Saya bukan pelawak

Bola Online – Manajer Crystal Palace Ian Holloway sudah merasa cukup dipandang sebagai seseorang yang lucu dan bertekad untuk ditanggapi lebih serius selagi ia mempersiapkan tim nya untuk kembali menjalani kehidupandi Barclays Premier League. Ia lebih dikenal sesebagai seseorang yang selalu memberikan statement yang singkat dalam sebuah konferensi pers, dan saat ini telah di interview sebagai seseorang yang sudah membawa dua tim ke Premier League, akan tetapi pria asal Bristol tersebut ingin mendapatkan sedikit penghargaan ketika berbicara mengenai dirinya.

“Saya berusaha untuk berbicara dalam bahasa yang dimana banyak orang tidak akan berpikir bahwa saya adalah orang yang lucu, saya sedang mengusahakan itu” ujar pria berusia 50 tahun tersebut. “Saya bukan seorang pelawak, akan tetapi seorang manajer klub sepakbola, pada akhirnya ini adalah profesi saya. Anda akan mendapatkan interview saya setiap pekan dan saya harap akan berjalan serius dimana saya akan berbicara mengenai sepakbola yang dimainkan oleh tim saya.” Ini akan terlihat sedikit sulit bagi Holloway untuk mempersiapkan tim  nya dimana saat ini ia sedang berkonsentrasi untuk menambah kedalaman bagi skuadnya dan menghindari nasib serupa yang di alami Blackpool, tim terakhir yang ia bawa ke Premier League.

Terlempar dari Liga setelah hanya menjalani satu musim, dimana The Seasider banyak menerima pujian karena permainan mereka yang tebuka di setiap pertandingan, Holloway sedang bekerja terus menerus untuk menemukan pemain yang tepat, yang mampu membantu Palace setidaknya untuk selamat di musim pertamanya. “Anda bisa bertanya kepada istri saya pada jam berapa saya selesai dan jam berapa saya memulai bekerja pada saat ini, ia akan dengan senang menjawab pertanyaan itu” ia menambahkan. “Saya banyak menyaksikan sebuah klip tentang beberapa pemain dan bagaimana memainkan sepakbola yang bagus. Saya telah menyaksikan Tottenham dan saya tahu apa yang akan saya lakukan. Tetapi saya juga menyaksikan banyak pemain di luar sana dan saya tidak berpikir bahwa pada saat ini, pada akhir musim lalu Palace akan memiliki tim pencari bakat untuk bekerja di seluruh penjuru Eropa, itu merupakan pekerjaan yang melelahkan dan sulit.”

Salah satu perangkat yang membantu Holloway dalam menemukan pemain yang tepat adalah sebuah software bernama ProZone yang memperbolehkan dirinya untuk mengakses statistik pada seorang pemain dilihat dari performa dan level kebugaran mereka. Tidak hanya Holloway yang memanfaatkan teknologi untuk mencari seorang pemain, Sam Allardyce pun banyak menghabiskan waktunya untuk menggunakan perangkat tersebut dan Holloway berharap bahwa ia akan membawa perubahan bagi The Eagles musim ini. “Saya memiliki sebuah tools yang sangat membantu dalam mencari banyak informasi, misalnya, seberapa jauh seorang pemain berlari (dalam hitungan mil) di lapangan dan bagaimana pola operan bola yang biasa mereka lakukan” ia menjelaskan.

“Saya akan memiliki lebih banyak informasi tentang lawan kami di depan dan saya harap saya akan mampu untuk menggunakan keuntungan ini untuk mencari celah dan mencoba untuk mendobrak ritme permainan tim lawan. “Anda harus bisa untuk belajar mengenai segalanya, terutama ketiga anda akan menghadapi lawan yang lebih kuat dari anda, jadi hal ini banyak menyita waktu saya.Bola Online