Berita Bola Online Ferguson Selalu Benar

Ferguson Selalu Benar

Ferguson Selalu Benar

Berita Bola Online – Gareth Southgate mengakui bahwa Sir Alex Ferguson menjadi salah satu pihak yang menentang keputusan Middlesbrough untuk menjadikannya Manajer tim tersebut pada tahun 2006. Southgate hadir tanpa memiliki pengalaman manajerial sebelumnya, atau bahkan memiliki pengalaman soal melatih, namun Southgate tetap menjadi pilihan menyusul mundurnya manajer saat itu Steve McClaren untuk membesut tim nasional Inggris. Ferguson dipercaya tidak senang dengan keputusan tersebut.

Setelah menjalani permulaan yang cukup bagus, namun kepemimpinan Southgate di musim pertamanya bagi The Boroharus berakhir dengan kegagalan, ketika Middlesbrough di akhir musim harus terdegradasi, setelah itu penampilan Middlesbrough tidak membaik di Divisi Championship sebelum ia akhirnya dipecat. Hal tersebut menjadi pelajaran bagi Southgate sebelum menemukan jalannya kembali untuk melatih. Ia mencoba membangun hubungan baik dengan Direktur Teknik FA Dan Ashworth dan pada akhirnya mendapatkan hasilnya. Seketika ia langsung ditunjuk sebagai Manajer Inggris U-21, dan memulai perjalannya untuk memimpin pasukan muda Inggris tersebut dengan sebuah kemenangan 1-0 atas Moldova pada pertandingan yang dilangsungkan di Reading, pekan lalu.

“Skenario yang paling tepat untuk memulai saat ini adalah bekerja sama dengan pemain muda” Southgate berujar. “Pemain muda lebih bisa untuk mendengarkan masukan dan akan lebih banyak diam ketika anda memberikan mereka kritik karena mereka tentu bersemangat untuk memiliki pelatih yang antusias terhadap mereka. “Anda bisa belajar melalui tekanan yang lebih sedikit ini dan mencoba hal baru dalam sesi latihan. “Tentu ini bukan jalan yang terbaik, namun anda tidak akan menjadi manajer tim senior tanpa sebuah pengalaman. “Ketika saya pendapatkan pekerjaan Manajer pertama kali, Sir Alex menyampaikan pandangannya dan mengulangi hal tersebut pada acara makan malam Asosiasi Manajer Liga tahun ini.

“Ia tentu sangat benar.” Southgate bisa kembali melihat kebelakang dan melihat beberapa kesalahan yang ia ciptakan dulu, meskipun selain kegagalan tersebut ia juga memiliki sejumlah catatan positif sewaktu berkarir di Riverside Stadium. Dan ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Teknik, ia menyadari bahwa posisi itu bukan sesuatu yang ia inginkan. “Saya menyadari dalam hati kecil saya ingin sekali melatih” ujar Southgate. “Selama proses tersebut saya memiliki beberapa kesempatan untuk mewujudkannya namun belum berani mengambilnya. “Lalu saya duduk menyaksikan partai di Champions League atau pertandingan Liga, dan saya menyadari saya menginginkan tantangan itu dan saya merasa bahwa saya mampu untuk melakukan hal itu.” Setelah memiliki pengalaman berkompetisi di Premier League sebagai manajer, Southgate tentu tidak ingin terburu-buru kembali melatih salah satu tim disana.

Namun ketika ia mengetahui ia memiliki kesempatan untuk bekerja dengan pemain muda Inggris, ia ingin mengambil kesempatan tersebut. Ia juga menolak pekerjaan di stasiun TV. Hal ini berbanding terbalik dengan Gary Neville, yang saat ini menjadi analis bagi Sky Sports dan di sisi lain ia menjadi asisten pelatih Roy Hodgson bagi tim senior Inggris. Namun Southgate menolak perbandingan tersebut. “Gary tidak bekerja secara penuh dengan FA dibandingkan saya” ia berujar. “Saya harus bekerja untuk memisahkan pemain dari usia mereka dan hal ini memerlukan komtmen dari segi waktu. “Saya merasa mampu untuk menjalani keduanya tetapi saya hanya ingin dikenal sebagai seorang pelatih. Saya memiliki komitmen akan hal ini dan saya tidak ingin ada persepsi yang berkembang menyebutkan bahwa saya tidak serius.“Saya ingin bekerja dengan benar dan memberikan kemampuan terbaik saya bagi organisasi. “Gary di lain sisi memiliki skenario yang berbeda. Perannya saat ini sama ketika saya bekerja di FA sebagai kepala suatu departemen.” Berita Bola Online